Goresan Pencoret Iman

PLN (Perusahaan Listrik Negara) Membawa Misi Yahudi?

September 5, 2009 · & Komentar

Sekedar copas screenshot status facebook seseorang mengenai PLN:

facebookhome12520856620

Kalau begini, tampaknya kaum muslim garis keras memang gak perlu dikarikaturkan, krn mereka adalah karikatur bagi kaum dan agama mereka sendiri. :lol:

→ 5 CommentsKategori: Jenaka
Ditandai: , , , ,

Asumsi Kaum Ateis dan Problema Agnostisisme

Agustus 29, 2009 · & Komentar

kn_93829873_hds

Pertanyaan yang sering diajukan kaum agnostik, dan seringpula dimanfaatkan oleh kaum teis untuk menyerang balik argumen kaum ateis:

“Manusia tak mungkin bisa membuktikan keberadaan maupun ketiadaan Tuhan. Jadi sebenarnya posisi ateis pun sama kuat dan lemahnya dengan posisi kaum teis. Karena mustahil kita mengetahui perihal Tuhan secara empiris” Baca terus →

→ 10 CommentsKategori: Agama dan Tuhan · Pemikiran
Ditandai: , , , ,

Pertaruhan Pascal

Agustus 20, 2009 · & Komentar

Pascals-Wager

Oke, oke, saya tahu topik yang satu ini (lebih dikenal dengan sebutan Pascal’s Wager) sudah basi dan ribuan kali dibahas/digunakan dalam argumen-argumen yang mendukung maupun yang menentang eksistensi Tuhan. Tapi yang membuat saya ikut tertarik membahasnya disini adalah fakta bahwa banyak orang masih melandaskan keyakinannya pada cara berpikir yang bersifat “cari aman” seperti ini.

Baca terus →

→ 13 CommentsKategori: Pemikiran
Ditandai: , , , , , , , , ,

Kebebasan Berpendapat vs Penghinaan Agama

Agustus 7, 2009 · & Komentar

riber_hansson-islam-free-speech-blasphemy

Kalau seseorang secara terbuka mengatakan pendapatnya bahwa agama X itu penuh dengan kekerasan, karena mengacu pada sejumlah dalil di kitab suci dan berbagai perilaku pemeluknya, apakah kata-kata orang tersebut harus disensor? Atau si pengucap ditangkap karena melanggar pasal anti penodaan agama? Atau dihalalkan darahnya? Baca terus →

→ 5 CommentsKategori: Agama dan Tuhan · Pemikiran
Ditandai: , , , , , ,

Islam dan Sensitivitas terhadap Penghinaan

Agustus 1, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Anda yang tinggal di Indonesia tentu saja tahu soal kasus Ahmadiyah. Sebagian Umat Islam di tanah air meminta agar Ahmadiyah dibubarkan dan dilarang untuk menyebarkan ajarannya, sebab mereka dianggap melakukan penodaan terhadap agama Islam, karena mereka mengakui adanya nabi lain setelah nabi Muhammad, yang diakui sebagai Nabi penutup para Nabi oleh Muslim pada umumnya.

Dan tak sampai disitu, kaum garis keras bahkan sudah melakukan penyerangan, perusakan tempat ibadah, pengusiran, penjarahan dan intimidasi terhadap para pengikut Mirza Ghulam Ahmad ini. Bahkan setahun lalu diantara mereka ada yang menyerukan halal darah mereka bila pemerintah tak segera membubarkan aliran ini.

Itu yang terjadi di Indonesia. Kemudian masih segar dalam ingatan kita bagaimana kasus kartunis Jyllands-Posten dari Denmark menggambar karikatur nabi Muhammad yang membuat panas hati kaum Muslim sedunia dan reaksi emosionil mereka telah mengakibatkan kerusakan dan ratusan korban jiwa.

20060204

Tentunya bukan cuma Islam saja yang memiliki masalah dengan penodaan agama. Agama lain juga begitu. Tapi saya yakin tak ada umat agama lain yang begitu reaksioner melebihi kerasnya reaksi kaum Muslim terhadap segala sesuatu yang dipandang sebagai penghinaan atau penodaan terhadap agama. Anda  bisa lihat perbandingannya dengan reaksi umat Nasrani di wiki (jika anda kira saya sedang membela agama/penganut kristen, anda salah besar, karena bagi saya, kebanyakan agama, terutama  tiga agama ibrahim,  memberi sumbangan besar terhadap pembantaian umat manusia di berbagai belahan dunia).

france-soir
Keterangan: Kartun terbitan media Perancis, France-Soir, diatas menggambarkan Nabi/orang suci dari berbagai agama. Tampak hanya Muhammad yang marah disitu, dan ia diberi nasehat oleh rekannya yang kira-kira bunyinya: “Tenang, Muhammad, kami semua juga sudah di-karikatur-kan seperti kau”. Karikatur ini merupakan reaksi atas reaksi kaum muslim terhadap karikatur di Jyllands-Posten

Belum lagi munculnya petisi terhadap Wikipedia karena memuat artikel yang berisi penggambaran (depiction) terhadap Muhammad dalam sejarah (sebagian besar gambar Muhammad disitu dibuat oleh kaum Muslim sendiri). Padahal Wikipedia merupakan media yang berusaha senetral dan seobjektif mungkin dalam setiap artikel, oleh karena itu dalam penulisannya, mereka semestinya sekuler dan tidak menuruti hukum agama manapun. artinya, mereka tak mengikuti aturan Islam dalam membahas soal Muhammad, tak ikuti aturan kristen dalam membahas Jesus, dan tak ikuti aturan agama manapun dalam membahas tokok-tokoh suci dari masing-masing agama. Tapi mereka mengutip berbagai sumber baik dari dalam maupun luar agama yang bersangkutan.

Dan tak ketinggalan, wacana yang paling mengancam kebebasan berbicara adalah petisi dari pemerintah Pakistan dan 50 lebih negara Timur Tengah untuk menggolkan “Resolusi PBB untuk Melarang Penghinaan terhadap Agama (62/154)”, yang untungnya gagal menjadi resolusi karena kurangnya jumlah suara dukungan, tapi sayangnya diadopsi oleh salah satu badannya, UNHRC (tolong koreksi saya jika saya salah, karena saya kurang mendapat informasi lengkap tentang hal ini).

Umat Islam memang begitu sensitif terhadap “penghinaan”, bahkan Ahmadiyah yang pada dasarnya menjunjung tinggi Nabi Muhammad sebagai nabi pembawa syariat terakhir, dianggap telah melakukan penghinaan/penodaan karena mereka (yang berasal dari aliran Ahmadiyah Qadiani) telah me-nabi-kan Ghulam Ahmad.

Beberapa tahun lalu, ada seorang kawan saya yang merupakan Muslim yang taat mengatakan: “bila Islam tidak bersikap keras terhadap para penghina, kelak orang tidak lagi respek pada Allah, Nabi dan segala ajarannya. Dan bila Islam tidak menghukum orang-orang murtad (entah itu hukum mati, dicoret sebagai ahli waris, diusir keluarga, dsb), nanti mereka merasa bisa seenaknya keluar dari ajaran rahmatan lil alamin ini”.

Entah bagaimana tanggapan anda. Tapi menghukum keras para penghina ajaran justru malah mengesankan adanya rasa insecurity dari ajaran tersebut. Itu tidak akan membuat orang lain tambah hormat, malah menjadikan mereka semakin menganggap bahwa ada yang tidak beres dari ajaran ini sampai harus menutupi aib mereka dengan menindak keras para pengkritik dan penghina ajaran.

Dan penghukuman orang-orang murtad, untuk mencegah berkurangnya jumlah pengikut (ada juga yang menganggap bahwa murtad = menghina Islam), sama sekali tidak membuat terkesan dalam arti positif. Kesannya malah seperti organisasi mafia yang sekali masuk susah keluarnya. Dan juga, ini justru menunjukkan bahwa tanpa ancaman-ancaman kekerasan seperti itu, mungkin Islam akan lemah dan takkan jadi sebesar ini.

So.. be wise in marketing your religion, ok? :P

http://www.reuters.com/article/worldNews/idUSTRE52P60220090326UN

→ Tinggalkan KomentarKategori: Agama dan Tuhan · Pemikiran · Sosial
Ditandai: , , , , , , , ,

Ateis Pasti gak Bermoral?

Juli 27, 2009 · & Komentar

GATRC

Yeah… tak dipungkiri, asumsi semacam ini cukup populer dalam menilai kaum ateis. Logikanya: Karena ateis tak percaya surga dan neraka, itu berarti mereka tak percaya pada ganjaran (setelah kematian) dari berbuat baik dan jahat selama hidup, maka mereka pasti tak bermoral semuanya… mereka pasti merasa bisa seenaknya berbuat kejahatan selama hidup mereka.

Oh really? Ini sama saja dengan bertanya “apakah kaum beragama pasti bermoral hanya karena mereka percaya surga dan neraka?”

Jawaban saya sendiri adalah “tergantung”. Kenapa? karena motivasi orang berbuat baik dan menghindari perbuatan jahat bisa bermacam-macam (bisa karena takut neraka, ingin surga, takut penjara, norma-norma sosial, rasa cinta pada seseorang, rasa kasihan, dan sebagainya), baik itu bagi mereka yang percaya Tuhan maupun yang tak percaya.

Pada tanggal 17 Oktober 1969, Kepolisian kota Montreal mengadakan aksi mogok, pada jam 11.20 pagi sebuah bank dirampok. sore harinya toko-toko dijarah, para sopir taxi membakar garasi layanan limusin yang bersaing bisnis dengan mereka, seorang sniper membunuh seorang aparat polisi, perusuh memasuki beberapa hotel dan restoran.  Total 6 bank dan ratusan toko dirampok, 12 kebakaran yang disengaja, dan kerusakan senilai lebih dari 2 juta dolar. (1)

Bila mayoritas rakyat kota Montreal (yang terkenal akan banyaknya jumlah gereja disitu)  percaya Tuhan, kenapa rasa takut pada Tuhan tidak mencegah mereka untuk berbuat kerusakan, ketika para polisi absen untuk sementara? Bukankah mereka semestinya yakin bahwa Tuhan sedang mengawasi segala gerak-gerik mereka? Kasus Montreal ini adalah contoh yang bagus untuk menguji pernyataan bahwa “untuk memiliki moral yang baik, anda perlu memeluk suatu agama”.(2)

H.L Mencken benar ketika ia berkata: “orang-orang mengatakan bahwa kita perlu agama, padahal maksudnya adalah: kita butuh polisi”.

Lalu bagaimana dengan jutaan liter darah yang telah tertumpah dengan menyebut nama Tuhan?  Konflik Israel-Palestina? Konflik Irladia Utara? Kerusuhan poso, Ambon? Bom bali? Penyerangan terhadap kaum Ahmadiyah? Nama siapa yang mereka teriakkan saat membunuh, menjarah, dan menjadikan orang-orang sipil sebagai sasaran?

Dan jika dilihat sebaliknya, siapa sih yang membunuh atau berperang demi ketiadaan Tuhan?

Mungkin anda akan berkomentar “Hitler dan Stalin adalah ateis, dan mereka melakukan pembunuhan paling mengerikan di dunia”.  Well, meski menurut saya Hitler bukanlah seorang ateis (beberapa kali ia menyebut Tuhan dalam buku Mein Kampf), mereka berdua adalah diktator-diktator dengan persenjataan paling modern pada saat itu. Dan itulah yang menyebabkan jumlah kematian yang mereka timbulkan tinggi sekali. Apabila persenjataan modern tersebut dipegang oleh penakluk yang ber-tuhan seperti Gengis Khan, Nero, Alexander Agung, dll, tak ada jaminan bahwa jumlah korban yang mereka timbulkan akan lebih kecil hanya karena mereka percaya Tuhan/dewa.

Karenanya saya sangat setuju dengan ucapan Fisikawan Steven Weinberg “Dengan atau tanpa agama, akan ada orang baik berbuat baik dan orang jahat berbuat jahat. Tapi untuk membuat orang baik melakukan kejahatan, diperlukan agama.”

Notes:

(1) Dari Bab 6 buku “The God Delusion” oleh Richard Dawkins, juga dari http://archives.cbc.ca/on_this_day/10/07/

(2) Dikutip secara bebas dari Bab 6 buku “The God Delusion” oleh Richard Dawkins.

→ 8 CommentsKategori: Agama dan Tuhan · Pemikiran
Ditandai: , , , , ,